Rabu, 12 September 2007

Kegiatan Bahasa dan Sastra Kurang Wahana


PALEMBANG (Berita Nasional) : Rangkaian kegiatan dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2007 yang diselenggarakan Balai Bahasa Sumsel ditutup Selasa (11/9) dengan penyerahan hadiah. Banyaknya peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa menunjukkan kegiatan bahasa dan sastra diminati tetapi kurang wahana penyaluran.
Kepala Balai Bahasa Sumsel B Trisman mengungkapkan, kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra selama sebulan diikuti sekitar 1.500 peserta dan 120 sekolah di Sumatera Selatan. Sebagian besar sekolah di kabupaten/kota di Palembang ikut serta.
"Kualitas peserta juga meningkat dari segi apresiasi maupun kemampuan. Pada lomba tahun- tahun sebelumnya, penampilan para peserta cenderung monoton namun tahun ini tampak dipersiapkan dengan baik. Misalnya dalam lomba musikalisasi puisi tahun lalu, peserta hanya membuat musikalisasi berdasarkan naluri tetapi sekarang tidak," kata Trisman.
Menurut Trisman, pelajar dan mahasiswa di Sumsel memiliki minat yang tinggi terhadap bahasa dan sastra tetapi tidak mempunyai kesempatan berpartisipasi. "Pemerintah daerah di Sumsel perlu mendukung pengembangan minat bahasa dan sastra di kalangan pelajar dan mahasiswa. Kami merasa dukungan dari pemerintah daerah dan pihak yang berkompeten masih terlalu jauh dari harapan," ujar Trisman.
Tahun depan, kata Trisman, kegiatan dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra akan lebih ramai dengan kegiatan karena bertepatan dengan Tahun Bahasa. Balai Bahasa Sumsel merencanakan membuat kegiatan selama satu tahun sehingga setiap bulan ada kegiatan.
Trisman mengutarakan, meningkatnya minat terhadap bahasa dan sastra tidak terlepas dari adanya kegiatan bengkel sastra yang diselenggarakan di sekolah- sekolah. Sayangnya, kegiatan bengkel sastra untuk tahun 2007 sudah berakhir dan baru dilaksanakan lagi tahun depan.
"Bengkel sastra adalah sarana pembelajaran bahasa dan sastra. Akhirnya para pelajar mampu menampilkan sebuah karya yang baik. Motivasi individu untuk menggeluti bahasa dan sastra itu penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah kondisi lingkungan sekitar yang mendukung," ujarnya. (kcm)

Selasa, 11 September 2007

Bandar Sabu di Palembang Ditangkap


PALEMBANG (Berita Nasional) : Kepolisian Daerah Sumatera Selatan kembali menangkap seorang bandar sabu-sabu dan ekstasi bernama A Tjuan (33), warga Palembang. A Tjuan diduga kuat menjadi salah satu jaringan dari bandar besar narkoba, Welly, yang ditangkap polisi beberapa hari lalu.
Tertangkapnya A Tjuan ini semakin mempertegas bahwa kegiatan perdagangan narkoba di bumi Sriwijaya perlu diperhatikan lebih serius. Untuk itu, polisi berjanji meningkatkan kewaspadaan serta membentuk tim khusus untuk menekan peredaran narkoba khususnya menjelang bulan Ramadhan.
Kepala Unit I Idik I Direktorat Narkoba Polda Sumsel Ajun Komisaris Syahrir MS menyatakan, informasi penangkapan A Tjuan berasal dari masyarakat yang disampaikan kepada Poltabes Palembang dan Polda Sumsel. "Surat itu berisi kecurigaan warga terhadap aktivitas di sebuah rumah di Jalan Mayor Ruslan, Lorong Tugu Mulyo, Kota Palembang. Surat ini kemudian dilimpahkan ke unit saya," kata dia.
Setelah mengamati beberapa hari, Syahrir lalu memimpin sendiri penggerebekan ke rumah tersangka pada Senin (10/9). A Tjuan didapati menggunakan narkoba di rumah tersebut. Barang bukti yang didapatkan polisi meliputi sabu-sabu seberat setengah ons, pil ekstasi jenis inex enam butir dengan warna biru, beberapa bong alat menyabu, serta plastik pembungkus narkoba.
"Jika diperkirakan, barang bukti itu nominalnya lebih dari Rp 50 juta. A Tjuan dikategorikan sebagai pengedar dan juga kaki tangan dari bandar besar narkoba, Welly, yang tertangkap beberapa hari lalu," ujar Syahrir.
Selama bulan Ramadhan, Syahrir berjanji, polisi akan menekan kegiatan perdagangan narkoba seminim mungkin. Saat ini, polisi sudah memiliki tim khusus untuk memantau dan menangkal kegiatan narkoba di Palembang.
Polisi memprihatinkan perihal masih luasnya mata rantai peredaran narkoba di Palembang. Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, pria yang baru tertangkap tersebut mengungkapkan masih banyak bandar lain yang belum tertangkap. "Mereka sama-sama menjadi mata rantai dari Welly," tutur dia.
Agar hasil kinerja kepolisian bisa berjalan maksimal, Syahrir mengimbau kerja sama dari masyarakat. Laporan warga Jalan Mayor Ruslan dengan mengirim pemberitahuan tertulis kepada polisi merupakan cara yang baik. "Cara ini bisa ditiru warga lainnya. Kalau ada hal aneh dan mencurigakan, laporkan saja kepada kami. Pasti kami tindak lanjuti," ujar Syahrir. (*)

Senin, 10 September 2007

Abdul Shobur Siap Pimpin Kab. Empat Lawang


Lelaki berkulit putih dengan perawakan sedang ini, dilahirkan di Pendopo Lintang. Ia terkenal sebagai sosok lelaki yang ramah dan penuh perhatian pada lawan bicara. Ketika Empat Lawang resmi menjadi kabupaten definitive, berpisah dari Kabupaten Lahat, Abdul Shobur dilantik oleh Mendagri ad interim Widodo AS, sebagai pejabat sementara (pjs) Bupati Kabupaten Empat Lawang. Dengan demikian, saat ini ia memangku dua jabatan sekaligus, yakni sebagai kepala dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan dan Pjs. Bupati Empat Lawang.

Bersatu menuju kebaikan. Itulah motto yang tertanam kokoh pada sosok pria kelahiran Pendopo Lintang pada 15 Mei 1954 lalu dan diberi nama Abdul Shobur.Dengan motto itu pula, putra pasangan H. Muhammad bin H. Kories dengan Hj. Zuhairiah, berhasil menorehkan berbagai prestasi dan jabatan, baik dalam organisasi maupun pemerintahan.Semua yang diraih sekarang ini, adalah buah dari kerja keras dan budaya disiplin yang selalu diterapkan orang tua nya sejak kecil. Karena disiplin dan keuletannya dalam belajar, akhirnya Shobur yang menyelesaikan SMP tahun 1969 mendapat beasiswa dari SPMA Negeri Palembang.Karena saat itu masih terlalu kecil untuk merantau, Shobur sempat ragu ragu menerima tawaran tersebut. Namun berkat dukungan penuh dari orang tuanya, akhirnya Shobur kecil sudah merantau ke Palembang.Meskipun kota ini masih asing bagi Shobur, tapi dengan keuletan dan kemampuan yang dimiliki Jemo Dusun ini berhasil menamatkan SPMA Negeri, dan awal Pebruari 1973 Shobur diangkat menjadi PNS, yang kemudian ditempatkan di Kecamatan Ulumusi sampai tahun 1974, dan akhirnya pindah ke Pemerintahan Kota Palembang.
Ketika dilantik sebagai pejabat sementara bupati Empat Lawang, Drs. H. Abdul Shobur, SH.MM., menerima tanggung jawab itu sebatas tugas seorang PNS. Namun, seiring berjalannya waktu, dan aspirasi yang berdatangan dari berbagai lapisan masyarakat mendaulat dirinya agar mencalonkan diri pada pemilihan kepala daerah tahun depan, Abdul Shobur akhirnya dengan mantap memutuskan untuk ikut pencalonan.

“Saya mencalonkan diri bukan untuk mencari popularitas atau mencari uang. Ini murni panggilan jiwa. Daerah Empat Lawang ini membutuhkan saya. Setiap hari saya menerima rombongan utusan masyarakat yang menyampaikan dukungan. Saya tidak bisa menolaknya,” kata Abdul Shobur ketika ditemui rumah dinasnya di Tebing Tinggi, baru-baru ini.

Ia memutuskan untuk maju dalam pencalonan dan pemilihan kepala daerah Kabupaten Empat Lawang yang akan digelar tahun depan. Sebagai konsekuensinya ia bersedia mengundurkan diri dari jabatannya saat ini.

Abdul Shobur bahkan sudah merancang berbagai program kerja dan program pembangunan yang akan dilaksanakannya apabila kelak terpilih menjadi bupati. Yang menjadi pilihan utamanya adalah meningkatkan perekonomian masyarakat. “Menghidupkan roda perekonomian dan meningkatkan pendapatan per kavita masyaraakt Kabupaten Empat Lawang,” katanya.

Soal keamanan, yang dinilai sangat rawan di kabupaten baru ini, Abdul Shobur mempunyai trik sendiri untuk “menjinakkan” para preman dan bandit-bandit di daerah ini. “Mereka sudah saya bina ke arah yang positif,” katanya.

Salah satu program Abdu Shobur adalah menjadikan Kabupaten Empat Lawang sebagai daerah produsen hasil perkebunan, pertanian, dan perikanan. Potensi alam daerah ini sangat menunjang.

“Selama ini petani menjual hasil pertaniannya seperti kopi berupa biji kopi. Nanti akan saya ubah yang dijual bukan lagi biji kopi, tapi kopi bubuk yang sudah dikemas. Begitu juga dengan hasil pertanian lainnya, termasuk juga perikanan,” kata Abdul Shobur.

Bagaimana dengan program lain? Tentu saja Abdul Shobur telah menyiapkannya. Tapi, ia belum bersedia buka-bukaan. Kalo sudah jadi calon tetap baru ia sosialisasikan program-program yang lain.
Pendidikan Terakhir

Umum : 1. S.1 STIA LAN RI tahun 1981
2. S.1 Fakultas Humum tahun 1988
3. S.2 Magister Management tahun 1999

Diklat Struktural : 1. SPADYA DEPDAGRI Angkatan XIV Tahun 1989 di
Bandung .
2. SPAMA LAN RI Angkatan I Tahun 1995 di Jakarta
3. SPATI DIKLATPIM Tk. LAN RI Angkatan ke IV tahun
2003 di Jakarta.

Riwayat Jabatan

Kasubag Peng. Perkotaan Pemda Kotamadya TK II Palembang tahun 1981-1982 (Ess Va)
Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Tk. II Palembang Tahun 1982-1985 (Ess IVa)
Sekretaris Bappeda Tk II Palembang tahun 1985-1991 (Ess IVa)
Sekretaris DPRD TK II Palembang tahun 1991-1995 (Ess IIIb)
Kepala Kantor Catatan Sipil Kodya Palembang tahun 1995-1998 (Ess IIIa)
Sekretaris Wilayah Daerah Kab. Ogan Komering Ulu tahun 1998-2000 (Ess IIb)
Plt. Walikota Administratif Baturaja tahun 1999
Plt. Bupati KDH Tk. II Ogan Komering Ulu tahun 1999-2000
Plt. Kepala Dinas Penerangan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2000-2001 (Ess IIa)
Kepala Biro Hukum Ortala Setda Provinsi Sumatera Selatan tahun 2001 (Ess IIb)
Kepala Badan Kepegawaian Daerah BKD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2001 (Ess IIa)
Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2002-2003 (Ess. IIa)
Asisten Sekda Provinsi Sumatera Selatan Bidang Ketataprajaan tahun 2003-2005 (Ess IIa)
Asisten Sekda Provinsi Sumatera Selatan Bidang Ketataprajaan dan Kesra tahun 2005-2006 (Ess IIa)
Kadis Perindag Provinsi Sumatera Selatan tahun 2006 – sekarang (Ess IIa)
Penjabat Bupati Kabupaten Empat Lawang tahun 2007 – sekarang.

Nilai DP3 Terakhir

DP3 tahun 2003 nilai rata-rata 91,375 (Amat Baik)
DP3 tahun 2004 nilai rata-rata 91,375 (Amat Baik)
DP3 tahun 2005 nilai rata-rata 91,375 (Amat Baik)
DP3 tahun 2006 nilai rata-rata 91,375 (Amat Baik)

Tanda Jasa/Tanda Kehormatan/Piagam Penghargaan

Pelestarian Perjuangan Angkatan 45 dari Ketua Umum DHN Angkatan 45 (tahun 1995)
Tokoh Pemerhati Karang Taruna Tk. I Provinsi Sumatera Selatan dari Gubernur Kepala Derah Tk. I Sumatera Selatan (tahun 1996)
Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden RI (tahun 1999)
Anugerah Korpri dari Gubernur KDH Tk. I Sumatera Selatan (tahun 1999)
Satya Lencana Veteran RI dari Pimpinan Pusat LVRI (tahun 2001)
Satya Lencana Karya Satya 30 Tahun dari Presiden RI (tahun 2003)

Organisasi

Dewan Penasehat KNPI Kotamadya Dati II Palembang tahun 1982-1986
Ketua Umum FKKT Provinsi Sumatera Selatan tahun 1988-1993
Sekretaris DHC Angkatan 45 Kotamadya Palembang tahun 1992-1998
Badan Penasehat ICMI Orsat Almunawaroh Palembang tahun 1992-1998
Ketua Bapor Korpri Kotamadya Palembang tahun 1994-1988
Dewan Paripurna Angkatan 45 Provinsi Sumatera Selatan tahun 1995-2001
Ketua ICMI Orsat Baturaja tahun 1998-2000
Wakil Ketua Umum KONI Tk. II Ogan Komering Ulu tahun 1998-2000
Ketua GN-OTA Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 1998-2000
Ketua DPC Korpri Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 1999-2000
Kapus Preventif BKND Provinsi Sumatera Selatan tahun 2000 – 2005
Ketua Umum PERSADI Wilayah Sumatera Selatan tahun 2000 – sekarang
Ketua ICMI Orwil Sumatera Selatan tahun 2000 – 2005
Waka Kwarda Provinsi Sumatera Selatan tahun 2000 – 2006
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Angkatan 45 Provinsi Sumatera Selatan tahun 2001 – 2006
Wakil Ketua Umum Pembina Adat Provinsi Sumatera Selatan tahun 2004 – sekarang
Wakil Ketua I DP Korpri Provinsi Sumatera Selatan tahun 2004 – 2009
Ketua Bappor Korpri Provinsi Sumatera Selatan tahun 2004 – 2009
Dewan Penasehat ICMI Orwil Sumatera Selatan tahun 2005 – 2010
Wakil Ketua Forum Ikhuwa Ulama Umaro Provinsi Sumatera Selatan tahun 2005 – 2010
Wakil Ketua Dewan Penasehat MUI Provinsi Sumatera Selatan tahun 2006 – 2011
Ketua Harian Kwarda Pramuka Provinsi Sumatera Selatan tahun 2006 – 2011

Kursus/Latihan/Penataran

Problem Solving and Decision Making, tahun 1978 di Bandung
System and Decision Making, tahun 1979 di Bandung
Kepemimpinan, tahun 1979 di Bandung
Penataran P-4, tahun 1980 di Bandung
Manajemen Pemerintah Daerah, tahun 1980 di Bandung
Training of Traniners, tahun 1981 di Bandung
Administrasi Pembangunan, tahun 1980 di Bandung
Administrasi Material, tahun 1982 di Bandung
Project Management System, tahun 1985 di Bandung
Analisis Dampak Lingkungan, tahun 1986 di Bandung
Pelatihan Pembangunan Desa dan Perkotaan, tahun 1987 di Malang
Tarpadnas, tahun 1991 di Palembang
Komunikator Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai 45, tahun 1994 di Palembang
Gladi Bina Praja, tahun 1995 di Palembang
Manajemen Strategik, tahun 1995 di Palembang
Diklat Kependudukan, tahun 1996 di Jakarta
Manajemen Keuangan, tahun 1996 di Jakarta
Manajemen Pemerintahan Lemhanas, tahun 2004 di Palembang

Perguruan Tinggi

Direktur Akademi Manajemen Koperasi (AMKOP) Palembang tahun 1992 – 1996
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Palembang tahun 1995 – 1998
Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Sebimbing Sekundang (Universitas Baturaja) tahun 1999 – 2000
Ketua Yayasan Perguruan Tinggi STIM-AMKOP Palembang tahun 2001 – sekarang

Penugasan ke Luar Negeri

Saudi Arabia, 1994
Singapore, 1998, 2004
Kualalumpur, Malaysia, 1998, 2003, 2005
Shanghai, 2006
Ho Chi Minh, Vietnam, 2006

Lain-lain

Koordinator Operasi TNI AMD Manudnggal XII tahun 1983, Manunggal XXI tahun 1984, Manunggal XXIII tahun 1985, dan Manunggal XXVII tahun 1987 Kotamadya Dati II Palembang.
Sekretaris Badan Pertimbangan Daerah (BPD) DAti II Palembang tahun 1991 – 1995
Tim Bimbingan Haji Daerah Tk II Palembang tahun 1994
Ketua Badan Pengawas PDAM Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 1999 – 2000
Aktif mengikuti seminar regional maupun naisonal.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Foto-Foto